Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2011

CATATAN LARUT MALAM


Saat semua telah lelap dan larut,
aku jg ikut hanyut dalam detak malam yg melumat sadar hingga remuk berkeping.
Dan yg tersisa hanya raga lunglai.
Seperti telah tercerabut nyawa dari raga.
karena nyawa telah bersenyawa dengan alam mimpi yg pekat dan padat.
hingga apa yg terfikir otak manusia2 lelap itulah nyata.
saat sebagian sadarku akan kefanaan mimpi itu menyeruak,
otot2 kekar sang mimpi membetot dan menjerembabkan sadarku kembali
agar terlena bersama nyanyian mimpi dan melupakan subuh hari.
Dengan seluruh kekuatan yang tersisa, sadarku bangkit untuk menyambut pagi-
tuk sujud kuhaturkan bagi Sang Penguasa alam sadar dan mimpi

*dipost juga pada:http://sketchesandstory.blogspot.com/2011/10/saat-semua-telah-lelap-dan-larut-aku-jg.html

****

di ujung entah dunia macam mana
gembala ini telah kehilangan kambingnya
karena padang rumput yang telah hilang
berganti belantara beton dan semak plastik terserak

hati sang gembala telah koyak, sakit mendera nasibnya
meski merantau pada ujung entah dunia macam mana
tetap saja tak ada kepeng masuk pada pundinya
dia rindu pada tanah airnya, tapi selalu saja tertunda karena dikejar hulubalang raja
menjadi bukan manusia di tanah ujung entah dunia macam mana.

dan saat hari berganti malam, dia hanya mampu menggelandang diantara kelam
menyelusupi onggok demi onggok kenangan
mengais-ngais harapan
mengorek-ngorek mimpi
hanya sekedar tuk bertahan hidup

pahit sangat dia rasa
anak gembala yang tersesat di ujung entah dunia macam mana
namun dia percaya...suatu hari dia pulang untuk penuhi segala rindunya.

gila


aku...hanya menceracau
tak lama saat telah larut...berubah menjadi igau..
bila terlalu penat...tak kusadar semua telah kacau..
dan saat aku tersadar...semua telah hilang dibawa bangau...

panglima rasioku telah dikalahkan pion kedunguan
karena sepi telah menelanku dalam kepiluan
dipangut malam yang merajam dan membuat sayatan
hati pedih dalam kesendirian

ah...lena aku lena\
meracuni jiwa bersama fatamorgana
menari giras dalam dendang lara
menceracau tak jelas nanyian gulana

tak lagi tau dimana arah
semua terlihat semerah darah
semua terlihat semembara marah
meski yang ada...hanya hitam bersimbah

akankah kegilaan ini ada ujungnya...
mungkin hanya maut yang menyadarkannya..
*hanya mencoba membidik apa sebenarnya yang dirasakan seorang gila. bukan berarti aku gila ya. cuma agak sakit jiwa saja  kok.hehehe...

Rabu, 21 Desember 2011

IBU

ibu, bait-bait rindu ini makin terkelupas
makin terlihat hatiku yang memerah karena merindukanmu
kemudian terasa pedih perih berdarah

ibu, aku ingin januari segera datang padaku,
agar aku segera dapat berlari padamu
memelukmu, untuk memudarkan luka rinduku

ibu, hanya lewat kawat saja saat ini aku mampu menyapamu.
panjatan do'a tak henti untukmu
agar kau selalu sehat dan bahagia selalu.

ibu....aku sangat merindukanmu....

depok 21,12. 2011

selamat hari ibu mamaku...

Kamis, 23 Desember 2010

..........................

jika rasa susah diungkapkan lewat kata,maka lukislah rasa itu...
mungkin seperti melukis langit...
memberinya hiasan seperti bintang dan bulan dimalam hari,dan matahari di hari siang...
dan sesekali tersaput awan-awan...
juga semburat cahaya berwarna yang tersebut sebagai pelangi..

jika susah diungkapkan lewat kata,maka pahatlah amarahmu...
mungkin kau bentuk pada sebongkah batu..
atau setonggak onggokan kayu tua..
bila ada bolehlah pada bongkahan granit atau pualam,
semakin kuat amarahmu..semakin indah pahatanmu...menggambarkan amarahmu..


karena mengungkap rasa..apapun jua..tak hanya lewat kata...

Selasa, 14 Desember 2010

SEKERAT CERITA PADA SEBONGKAH PEAR





saat malam telah mulai memuai,
dan saat pendaran cahaya mulai membentuk bayang
dan saat kukecap manisnya pear merah yg kau berikan untukku,
dan saat itulah aku makin merindukanmu.

sejurus aku mulai menarikan jari-jariku pada kunci2 alfabeth
menarikan sebongkah puisi rindu
yang terlahir dari sebongkah pear merah
sebuah fase simbol cinta yang merekah.

Jumat, 03 Desember 2010

morning


betapa aku mencintai pagi,
mencintai sejuknya yang menyelubungi,
yang membuat belahan jiwaku memelukku,
yang menghangatkan hati apapun cuacanya,


betapa aku mencintai pagi,
untuk kuisi lagi hari baru ini dengan angan dan inginku,
dengan kegiatan yang tak jauh beda dari hari kemarin,
yang insyaallah akan kulakukan lagi dengan penuh cinta,
karena aku mencintai damainya hidupku,
meski orang mencemooh bahwa hidupku tak berima dan tak berirama,
aku tetap mencintai hidupku

betapa aku mencintai pagi,
tanda Allah masih memberikan aku kesempatan lagi tuk memperbaiki salah khilafku dihari yang lalu
Alhamdulillah Ya Rabbku, telah Kau ciptakan pagi untuk aku nikmati dan aku cintai..
untuk aku syukuri bagaimanapun cuaca pagi setiap hari.

Rabu, 01 Desember 2010

sepenggal gigitan tinta pada kertas

Layaknya mendung yang sirna oleh angin
ku ingin titahkan dukaku sirna
seumpama tinta yang pupus oleh air
ku ingin musnakan prahara
seperti kerontangnya dahaga yang hilang ditelan tetes embun
ku ingin menghapus lara
tapi apa, aku hanya manusia biasa yang tiada punya daya
hanya padaMu Sang Pencipta semesta
aku mohonkan inginku tuk dunia
agar semua lara tiada,agar semua prahara musna, agar duka tak lagi melanda
selamanya...

Kamis, 25 November 2010

entah

menelisik lembut diantara sejumput nafasku,
mengintai dan mengendap sembari menunggu waktu
entah kapan akan menerkamku
waspada aku harus,tak lengah aku terus
meski aku terus melaju mengendarai waktu
meski makin bertambah satu per satu tandaku dimakan jaman
tak boleh lelah aku
tak boleh...
aku tersungkur di hadapanMu Ya Rabb,
aku sebut AsmaMu Yang Maha Agung,
lindungi aku dari su`ul khatimah.
karena hanya padaMu lah aku berserah...
Mati,itu adalah pasti bagi mahluk dhoif sepertiku,meski entah kapan menerkamku

Sabtu, 13 November 2010

menunggu bentuk

Dalam termangu aku menunggu bentuk
Sambil sesekali menggores kuasku
Sambil sesekali menatah batu
Sambil sesekali menyentuh aksara
Sambil sesekali menjahit koyakan
Sambil sesekali menajamkan ingatan
Sambil sesekali mencampurkan ramuan
Sambil sesekali memanaskan kuali
Sambil sesekali menghidangkan jamuan
Sambil sesekali melontarkan gurauan
Sambil sesekali membersitkan senyuman
Sambil sesekali menina bobokan
Sambil sesekali memberikan suapan
Sambil sesekali membelai kelembutan
Sambil sesekali bermain senda-gurauan
Sambil sesekali memuntahkan emosi
Sambil sesekali terbahak sendiri
Sambil sesekali tersedu mendayu
Sambil sesekali terisak sendu
Sambil sesekali kelelahan
Dan tak lupa sambil bersujud
Dalam termangu aku menunggu bentuk
Bentuk diriku siapakan aku apakah sejatinya aku apakah maknaku

Jumat, 12 November 2010

mencari bahagia

aku berusaha mencari bahagia,
bukan dari gemerlapnya dunia,
bukan dari tumpukan harta,
bukan dari puji puja,
bukan dari manja-manja,

aku berusaha mencari dan menggapai bahagia yang terpendam,
dari rasa syukur yang terpejam,
dari ikhlas yang selalu teredam ,
dari tulus yang selalu ku ingin genggam

memang tiada mudah
tapi berusaha selalu tiada salah
mengukur hatiku sendiri seberapa tabah
menerka ahlakku sendiri masih seberapa mentah
semoga Allah senantiasa membimbingku agar aku tak segera lelah dan kalah

 
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu curahan rahmat dari sisi-Mu, yang dengannya hatiku mendapat petunjuk, terkumpul segala yang bercerai-berai dan terhimpun segala yang terpisah-pisah, tertolak segala fitnah atas diriku dan bertambah baik urusan agamaku, terpelihara segala sesuatu yang jauh dariku dan terangkat apa yang dekat denganku, disucikan segala perbuatanku dan dicerahkan wajahku, diberi ilham menuju petunjuk dan terpelihara diriku dari segala sesuatu yang jelek.aamiin

Senin, 08 November 2010

CINTA PERTAMAKU

genap 9 bulan kamu dalam rahimku
dan masih ingat saat pertama uji pregnansi menyentuh urine
dan indikatornya belum menunjukkan eksistensimu
tangisku pecah menangis menderu
dan hanya tertahan batal bau
kerasnya raungku
dan saat penunjuknya mengabarkan adanya kamu,
kembali pecah tangisku
namun tangis bahagia dan haru

dan saat kau direngkuh sang tabib dari peraduan diperut ibumu,
pecahlah tangismu,dan aku hanya berlinang haru.
bersyukur pada Penciptamu,Allahurabbi Sang Arrahman Sejati

Naura,kaulah cinta pertamaku,dan selalu akan menjadi cintaku