Rabu, 21 Juni 2017

Mengatasi Bayi Alergi Susu Sapi



Alergi susu sapi. Cukup bikin cemas ya. Bahkan bagi beberapa orang tua membuat sangat cemas. Tapi sering kali apa yang orang tua cemaskan pada anak-anak mereka kurang pas. Karena beberapa gangguan saluran cerna pada anak, bisa jadi disebabkan oleh kondisi bukan alergi.


Berikut ini kurang lebih yang dipaparkan oleh dokter yang juga Doktor cantik Dr. dr. Ariani Dewi Widodo SpA(K) pada acara bersama Enfa Club yang bertajuk “Tidak Semua Masalah Pencernaan Berkaitan dengan Alergi”
Alergi pada dasarnya adalah respon system imun tubuh terhadap suatu allergen yang dianggap membahayakan bagi tubuh, sehingga menimbulkan gejala tertentu.
Kadang orang tua bingung, apakah yang diderita anak-anak adalah alergi atau bukan. Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah :

  • Eksplorasi penyebab masalah
  • Catat apa yang dikonsumsi anak sebelum terjadinya masalah.
  • Bila perlu konsultasikan dengan dokter.


Apa sih sebenarnya gejala-gejala alergi itu,

  • Gejala alergi bisa muncul pada kulit berupa ruam kemerahan yang gatal.
  • Gejala alergi dengan adanya gangguan saluran cerna seperti muntah, mual, diare, mulas, dan sebagainya.
  • Gejala alergi dengan adanya gangguan saluran pernapasan seperti membengkaknya saluran hidung yang menyebabkan hidung tersumbat, timbulnya asma dan sesak napas.
  • Dan gejala alergi lain seperti pada mata, jantung dan pembuluh darah, serta pusing dan merasa takut-cemas.

-       
Sedangkan ciri-ciri alergi susu sapi timbul, antara lain :

  • Gangguan dari ringan hingga berat pada saluran pernapasan
  • Rewel dan sering nangis
  • Sering gumoh dan cukup banyak
  • Terdapat ruam merah serta menonjol pada kulit.
  • Terdapat dermatitis atopi (ruam merah dan gatal yang berulang setelah mengonsumsi susu sapi)
  • Feses yang agak cair/cair

O, iya. Pembaca dapat melakukan test apakah anak atau saudaranya mengalami alergi susu sapi melalui : enfaclub.com/tesalergi-sususapi dengan mengisi/tick mark pilihan-pilihan sesuai gejala yang diderita anak, akan ketahuan apakah si anak mengalami alergi susu sapi atau tidak.

Sebenarnya, penderita alergi susu sapi ini sangat sedikit. Angka kejadiannya Cuma 7%. Kasus yang menyerupai reaksi alergi susu sapi justru lumayan banyak. Sekitar 50%. Hal ini dikarenakan belum berkembangnya saluran cerna, dan belum lengkapnya enzim pencernaan.


Dan bila hasilnya seperti di atas (tindakan tepat yang dapat diambil orang tua untuk mengatasi bayi alergi susu sapi adalah:

  • Tetap tenang, agar dapat berfikir jernih, sehingga mampu memikirkan langkah-langkah yang perlu dilakukan. Panik justru membuat bingung.
  • Membawa ke dokter atau puskesmas agar mendapatkan tindakan medis yang diperlukan. Biasanya reaksi alergis terjadi spontan sesaat setelah terpapar alergen, karena respon system imun yang abnormal.
  • Stop konsumsi susu atau makanan dan minuman yang mengandung susu. Entah berupa minuman susu, biscuit, cake, permen dan lainnya yang mengandung susu.
  • Ganti susu sapi dengan produk lain. Utamanya ASI karena ASI paling sesuai untuk kebutuhan bayi. Namun indikasi medis tertentu yang mengakibatkan terhambatnya pemenuhan ASI. Tentu bayi tetap harus mendapatkan pasokan nutrisi yang dibutuhkan tubuhnya, untuk tumbuh kembang dengan sehat. Salah satunya dengan mengonsumsi susu formula dengan protein yang terhidrolisa ekstensif seperti formula Nutramigen LLG dari Mead Johnson.



Ajak anak untuk bermain di luar rumah supaya terkena paparan hangat matahari pagi, agar mendapatkan vitamin D. vitamin D ini penting untuk penyerapan kalsium dan fosfor, untuk mendapatkan tulang yang kuat. 

Berikan anak-anak makanan bergizi yang mengandung banyak vitamin D seperti bayam, brokoli, tuna, sarden, telur, dan lainnya.


Untuk mengurangi penderitaan pada salah satu gejala alergi, berupa sakit perut antara lain adalah :

  • Melakukan pemijatan area perut dengan minyak telon
  • Mandi air hangat
  • Pengompresan perut dengan kompres hangat
  • Latihan dengan mendorong perlahan kaki bayi seperti sedang mengayuh sepeda sambil berbaring.
  • Menggendong tegak, sambil menepuk-nempuk perlahan di punggung bayi agar bersendawa.

Demikianlah hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengatasi bayi alergi susu sapi. Semoga bermanfaat.





28 komentar:

  1. Jangan main fonis alergi karena susu yo

    BalasHapus
    Balasan
    1. hooh bener. jadi tau kan ternyata gak semua gangguan pencernaan karena alergi susu sapi.

      Hapus
  2. Kadang kita terlalu panik saat melihat ada gejala 'seperti' alergi... Dan langsung vonis kalau anak kita tuh alergi yaa... Padahal kan belum tentu alergi..😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mom. anak pertamaku nih kena vonis ngasalku. sekarang jadi tau. enlighting. makasi mom kunjungannya.

      Hapus
  3. anak saya awalnya dibilang alergi susu sapi, ternyata semakin kesini, semakin besar kalau munum susu tdk apa2, dan dokter bilang anak saya tdk alergi susu

    BalasHapus
    Balasan
    1. ternyata alergi susu sapi pun seiring pertambahan usia juga menghilang ya.

      Hapus
  4. Setuju untuk tenang dulu, jadi bisa mikir dengan jernih. Memang, kesian ngebayangin anak kalau kelamaan merintih, ternyata mules perutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mom. jadi ibu harus tetap jernih pikirannya ya.

      Hapus
  5. Memang kalau sudah urusan perut ga bs sembarangan ya. Bayangin saja kita yg dewasa saja kadang suka g bs berpikir kalau perutnya bermasalah. Apalagi anak2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak ade. perlunya jd ibu yang cerdas jaman sekarang ini.

      Hapus
  6. Tipsnya membantu banget, terlebih di poin tenang dan berpikir dengan jernih. Makasih sharingnya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih juga mom dewi kunjungannya. bener. tetap tenang dan jernihkan pikiran.

      Hapus
  7. Anakku udah 3 tapi baru tau info bergizi ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tapi nggak terlambat untuk tau kok mbak ela. pa lagi mau nambah anak ya kabarnya?

      Hapus
  8. Bahaya juga ya kalau alergi apalagi pada anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak nurul. sehat selalu ya buat baby boy.

      Hapus
  9. bermanfaat banget ini tulisannya. makasii ya mbak sudah berbagi

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 mom. senangnya bisa bermanfaat. makasih kunjungannya.

      Hapus
  10. Sktg hafi tau deh,, bisa cek alergi susu sapi atau gak sebelum konsul ke dokter.

    BalasHapus
    Balasan
    1. asik ya. jadi bisa cek awal dulu di rumah. makasih ya mom udah berkunjung.

      Hapus
  11. Sekarang enak ya sebelum konsultasi ke dokter anak, bisa ikut tes alergi dulu, bisa langsung dari gadget dan gampang lagi caranya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hooh. jaman canggih. via gajet aja mom bisa ikut tes alergi.

      Hapus
  12. mhh.. khawatir juga nih klo begini, mudah2an kelak anak saya gak kena susu sapi deh :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin... mudah2an sehat selalu ya.

      Hapus
  13. Kalau tau sejak awal ada alergi, penanganannya juga lebih tepat ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. ho oh mbak al. pentingnya ibu yang tetap tenang, mrantasi, cakcek menghadapi anak sakit, tp gak grusagrusu serta cerdas.

      Hapus
  14. Kalau ga punya ilmunya emang serupa ya anatara alergi dan masalah pencernaan. Tapi dgn dpt ilmu gini kita bs membedakannya. Nice info ya, mba

    BalasHapus