Selasa, 29 Mei 2012

Pentingnya Perencanaan dalam Kehidupan Keluarga Kami


Terkadang, ada orang yang dalam menjalani kehidupannya ingin mengalir begitu saja. Tak memusingkan diri dengan rencana-rencana. Tapi, hari gini hidup tanpa rencana, bisa saja berarti bencana. Rencana sesimple apapun, sangat diperlukan di kehidupan masa kini. Terutama rencana financial. Contoh paling sederhana dalam hidupku sebagai ibu rumah tangga adalah, mengatur uang belanja yang minimalis sehingga cukup untuk dialokasikan selama sebulan penuh. Itu adalah rencana financial paling simple. Dan yang telah memiliki rencana dalam belanja ini pun, bisa dibuat gonjang-ganjing serta kocar-kacir, bila ditimpa masalah semacam kenaikan harga bahan bakar minyak yang tentu saja berimbas pada rencana belanja sebulan. Dan menurut saya, alangkah baiknya seorang ibu rumah tangga menyediakan rencana cadangan berupa alokasi dana cadangan untuk hal semacam ini. Soalnya, sekarang sering banget sih harga-harga nggak stabil. Bila kebetulan dana cadangan tak terpakai, kan lumayan, bisa dialihkan sebagai tabungan.

Selain perencanaan belanja sebulan, yang paling perlu dan penting dipikirkan adalah rencana masa depan berupa perencanaan dana kesehatan, serta pendidikan anak. Dua hal ini mutlak perlu perencanaan. Dan pada keluarga saya, hal ini sangat terkait dengan adanya solusi perbankan serta asuransi. Kebetulan kantor suami telah menjaminkan dana kesehatan karyawan dengan adanya asuransi dengan plafon yang lumayan mencukupi serta jaringan rumah sakit provider yang luas, hampir di seluruh Indonesia. Kami juga membuat rencana cadangan, dengan mengikuti asuransi lain.

Naura buah hati kami
Untuk pendidikan anak, kami membuat perencanaan berupa tabungan pendidikan berjangka, serta membuka akun asuransi. Pada masa sekarang, sungguh mengerikan bila kita tak mempunyai tabungan atau asuransi pendidikan. Karena sungguh mahal biaya pendidikan jaman sekarang. Sungguh berbeda saat saya masih berkuliah dulu. Dengan harga murah dan terjangkau kantong orang tua saya yang PNS, masih berkesempatan mendapatkan bea siswa pula. Saat ini ada keinginan untuk melakukan tabungan berupa logam mulia juga.


rumah mungil kami
Untuk kepemilikan papan atau rumah, alhamdulillah. Kami akhirnya bisa beralih mengalokasikan dana kontrak rumah pada kredit cicilan rumah. Rasanya sayang mengeluarkan uang untuk kontrak rumah tapi kami tak pernah memilikinya. Beda bila kami alokasikan dana tersebut untuk kredit kepemilikan rumah. Meski mungil, tapi alhamdulillah tak lagi mengontrak. Semoga kami bisa melunasi. Dalam hal inipun, kami tak lepas dari solusi perbankan serta asuransi. Karena kredit kepemilikan rumah kami pun dilindungi dengan asuransi juga.

Sepertinya, kehidupan kami atau orang-orang masa kini memang tak bisa/sulit terpisah dari kegiatan perencanaan. Dan utamanya perencanaan keuangan yang melibatkan institusi financial, baik perbankan maupun asuransi.

Kepemilikan kartu kredit pun bagi kami sangat membantu. salah satu produk perbankan yang asal kita mengerti cara pemakaian yang tepat bisa sangat membantu kita. Asal kita selalu ingat, bahwa kartu kredit adalah kartu hutang, yang harus segera dilunasi sebelum jatuh tempo, agar kita tak terbelit hutang berupa bunga ataupun bunga berbunga.

Saat hendak mengajukan kartu kredit pun, kita harus memiliki rencana. Semisal, apakah memang diperlukan, kemudian menilik kesehatan financial kita, apakah kita mampu melakukan pembelian kredit melalui kartu kredit tersebut, apakah bisa mengubah transaksi tersebut menjadi transaksi cicilan kredit, apakah kita mampu melunasi sebelum jatuh tempo dan sebagainya.

Memanfaatkan fasilitas kartu kredit tanpa iuran tahunan atau pembayaran iuran tahunan dengan memanfaatkan poin yang diperoleh, memanfaatkan cicilan ringan ataupun cicilan dengan bunga nol persen, merupakan salah satu fasilitas dari kartu kredit yang kami pakai. Juga tentu saja memanfaatkan poin yang diperoleh dari pembelanjaan kartu kredit yang bisa ditukar dengan bermacam produk.

Dan saat bertugas ke luar negeri sementara mata uang asing belum di tangan, sedangkan kita sangat perlu melakukan pembayaran, penggunaan kartu kredit-terutama yang memiliki jaringan internasional- juga sangat membantu. Tapi kembali lagi, kita harus ingat dengan tenggat pelunasannya.

Dan produk perbankan serta asuransi masa kinipun makin banyak variasinya dengan fitur-fitur yang makin mempermudah nasabah. Semakin meluasnya cabang-cabang institusi perbankkan, semakin meluasnya jaringan ATM, juga fitur perbankkan canggih semisal phone banking, sms banking, serta e-banking yang mendukung kemudahan bertransaksi. Salah satu institusi perbankkan swasta nasional yang memiliki jaringan kuat serta luas, dan layanan perbankan yang beraneka ragam adalah Bank Central Asia (www.bca.co.id)

Makin banyak pilihannya pula. Ada industri perbankan serta asuransi konvensional, ada pula industri perbankan serta asuransi syariah. Orang bebas memilih sesuai kehendak, baik kehendak secara rasional, maupun secara hati, kemantapan dalam menyempurnakan menjalankan kehidupan beragamanya. Dengan perbankan maupun asuransi syariah, mereka menjalankan transaksinya dengan system bagi hasil. Jadi bagi umat islam lebih syar’i.

Terbaru dalam list perencanaan keluarga kami yang sangat terkait dengan bantuan layanan perbankan adalah kredit kepemilikan mobil yang rencananya sangat ingin kami wujudkan dalam waktu dekat. Ah, semoga Tuhan mengabulkan keinginan kami.
Demikianlah sebagian bentuk rencana financial keluarga kami. Tentu saja kami selalu mencari informasi lain yang membantu keadaan financial kami hingga nanti suatu saat kami bercita-cita mencapai kehidupan dengan kebebasan financial. 

blog ini diikut sertakan dalam blog competition di :


Kamis, 24 Mei 2012

Arti Kata KEPO

Iseng amat yak, tapi gak apalah buat pengetahuan bahasa kita yang memang dinamis dan berkembang. Kepengen tahuan bin keingin-tahuan saya bermula saat salah satu teman saya meng-update status tantang KEPO. menurut status dia, Kepo artinya ketemu pocong. serem amattt...

Kemudian keingintahuan saya berkembang saat nonton "Galau Nite" di Metrotv yang membahas tentang KEPO. after that, pinjem deh laptop ayahnya ola buat browse apa sih the actual meaning of the KEPO.

Ternyata, arti KEPO untuk beberapa versi bahasa, kurlebnya hampir sama, antara lain adalah:

1.Berasal dari bahasa hokkian.
Ke = Bertanya, Po (Apo) = Nenek2. Jadi artinya nenek2 yg suka bertanya2. Pingin tau banget gitu..
A : km lagi dimana? ngapain? sama siapa?
B : kepo banget sihh...
 
2.mau tau urusan orang lain
A : gimana kabar si sandy sama cewnya udh putus belom??
B : kepo bngt si...
 
3.Kepo itu singkatan dari kira2 Knowing Every Particular Object. Artinya ya sama maknanya kayak mau tau aja.
A :*BBM-an sama pembokat
B :*ngelirik Oi bbm siape lu?
A :Dih siapa lu? Kepo bet sih
 
4.(kata sifat) suka mencampuri urusan orang lain; gapil; usil
Asal: Bahasa Cina (Hokkian) kay poh (atau kaypo) http://www.aussiepete.com/2008/05/singlish-language-guide-for-foreigners.html
Udah, urusin aja urusan lo sendiri. Jangan suka kepo, ah.
 
5.Kepo > bahasa Hokian
ga dimintai bantuan eh malah bantu
ga ditanya eh malah pasang gaya tao
Nobody ask her/him lah kok nimbrung ==a sih ??
A : Eh lu da punya pacar yah =D
B : =) hehe (cm jwb dg senyum soalnya A penggosip)
C : Udah tuh, kan A jadian ama Felix, bla bla bla
Trus A diam2 marah deh, C nih kepo banget sih
 
6.singkatan dari kek pembokat (kayak pembantu), banyak nanya...disuruh ngrjain a byk tnya dulu, gag tanggap.
a : eh kita hang out yuk besok!
b : kemana? enanknya ngapain y? menurut lo butuh dana berapa y?
si b kepo

7. Kepo=ketemu pocong,.. deuhhh..jangan ampe deh,

o, iya sumber ini berasal dari: http://kitabgaul.com/word/kepo

Catatan Hati Ibu Bahagia : Sebuah Cathar Keren

Ah.. akhirnya selesai juga baca buku ini. Buku hadiah Kuis dari mbak Leyla Hana langsung euy.
Keren bener deh buku ini. Disampaikan secara santai ala obrolan ibu-ibu curhat, eits..tapi bukan ngegosip yak. 

Membaca buku ini, seperti membaca sebagian diri saya sendiri. Seorang ibu rumah tangga ‘saja’ yang memang kesehariannya berkutat dengan kesibukan sebagai full time mother sebagai karir sejatinya. Sedari pagi setelah ibadah, mempersiapkan sarapan, mempersiapkan masakan dan bekal, membereskan ‘kapal pecah’ sehabis masak, memberikan sarapan pada keluarga, mencuci baju, memandikan anak, dan lain-lain dari pagi hingga petang. Apalagi sebagai ibu rumah tangga tanpa assistant rumah tangga, sungguh pekerjaan yang berat.

Ehemm.. di sini dituliskan sebagai pekerjaan yang berat bukan dengan maksud mengeluh lho. Dan sering kali, pekerjaan yang berat itu masih dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang, baik yang bergender laki-laki maupun perempuan itu sendiri. 

Pada kenyataannya, seperti yang tertulis dalam buku ini, menjadi ibu rumah tangga yang sejati diperlukan otak, dan otot. Perpaduan diantara keduanya bersinergi menjadi pengetahuan akan ketrampilan menjadi ibu rumah tangga cerdas, yang mampu bekerja secara efektif dan efisien, dan tentu saja disertai doa. 

Menjadi seorang ibu, tak ubahnya seorang manager suatu institusi/perusahaan. Bagaimana menjadikan sebuah pekerjaan cepat selesai dengan efisien dan efektif dan tetap memiliki waktu untuk dinikmati sendiri disela kesibukan mengurus keluarga. Salah satu contoh adalah, bagaimana memasak berbagai ragam makanan dalam waktu singkat, mengoptimalkan jumlah kompor yang menyala, mengatur panasnya, disela-sela kegiatan menghasilkan masakan yang lain. Coba bila tanpa strategi, satu jam tak akan cukup.

Dan yang paling memerlukan strategi seorang ibu rumah tangga masalah pendidikan anak. Bagaimana menciptakan generasi cerdas kreatif dengan iman taqwa menuju sebentuk manusia berguna dunia akherat.

Dan menjadi ibu rumah tangga saja sebenarnya merupakan bentuk pemuliaan bagi wanita. Saya masih ingat saat belum resign dari pekerjaan terakhir. Untuk menuju tempat kerja saya, transportasi yang paling efisien secara waktu adalah KRL ekonomi. Dari rumah hingga ke kantor cukup ditempuh dalam waktu 15 menit. Sangat cepat. Berbeda bila saya tempuh dengan kendaraan lain. Tau kan…Jakarta macet. Bisa 1,5 jam bahkan lebih. Sampai kantor sudah sangat lelah. Tapi ya…itu. KRL ekonomi di Jakarta sangat tidak manusiawi. Bahkan menampung melebihi kapasitas penumpang lebih dari 200%(hasil saya baca di Koran). Dan karena daya tampungnya yang ‘gila’ itu, para penumpangnya seperti ‘kehilangan’ empati dan simpati dengan sesamanya. Saat itu saya sedang hamil pun, tak mendapatkan simpati bahkan dari laki-laki dengan cara memberi tempat sekadar berdiri ataupun duduk. Yang ada, ibu hamil tetap bergelantungan. Hiyy..serammm…

Eh, malah jadi curhat. Hehehe…pokoknya intinya buku ini keren banget. Memberikan kisi-kisi gambaran menjadi ibu rumah tangga bahagia, suka dan dukanya, serta kurang lebih cara mengatasi duka saat menjadi ibu rumah tangga yang tentu saja ‘mostly rempong’ dengan gaya tutur asyik. Mbak Leyla juga memberikan contoh-contoh dari rumah tangga Rasullullah Muhammad sendiri, sahabat-sahabat Nabi, dan teladan-teladan lainnya. Juga memberikan contoh-contoh nyata dari kehidupan sekitarnya tanpa ‘pointing a finger at some one’.

Pokoknya yang mau bersiap-siap berumah tangga dan ‘being a full time mom’, boleh deh buku ini jadi rujukan. Selamat membaca..^_^

Senin, 21 Mei 2012

Yang Kedua, Romantisasi Sebuah Kesetiaan Yang Tersia-sia

Cover"Yang Kedua"
Judul Novel  : Yang Kedua
Penulis          : Riawani Elyta
Penerbit        : Bukune

Ah...akhirnya baca juga novel ini setelah kiriman novel ini datang dari penulisnya langsung kumplit dengan tanda tangannya, bareng dengan rombongan novel tulisan beliau yang lain. Tapi entah kenapa untuk novel ini, awal membacanya kok aku kurang begitu ketendang. Jadi awal-awal membacanya aku seperti lambat banget. Atau karena aku lebih terbiasa dengan novel yang memiliki suspense serta agak-agak thriller ya. Ah, sepertinya memang tergantung selera. Saya merasa lebih menyukai "Hati Memilih" dan "Tarapucinno" tulisan mbak Lyta juga. Untung saja berikut-berikutnya saya bisa merasa terpacu membacanya lebih cepat karena bab-bab berikutnya terasa lebih memacu.

Awalnya diceritakan tentang seorang gadis muda yang berpenampilan sederhana, pemalu namun ternyata memiliki suara emas. Betapa suara emasnya hingga memukai seluruh hadirin yang datang pada pesta ulang tahun seorang remaja juga pianis dari acara tersebut. Kemudian disusul cerita bertahun kemudian saat gadis yang bernama Viena itu telah menikah dan sedang mengikuti ajang bakat tarik suara dan menduduki sebagai pemenang kedua. Ternyata ajang kompetisi bakat itu adalah gerbang Viena menuju dunia keartisan sebenarnya. Terutama setelah memenangi lomba nyanyi duet berskala Asia di Singapura dimana dia berduet dengan Dave. Dia adalah peserta kompetisi bakat yang keluar sebagai pemenang pertama.

Dari situlah mulai konflik batin dalam diri Viena dan Dave mulai muncul. Betapa Viena merasa dimanfaatkan oleh Haris-suaminya, namun Viena tetap bertahan pada kesetiaannya pada Haris, meski Haris di sini digambarkan sangat datar, bahkan seperti tak mencintai Viena. Dan betapa Dave dengan segala kelebihan, ketampanan serta kemapanannya -yang sesungguhnya mampu dengan mudah menaklukkan gadis manapun yang memang banyak tertarik padanya- namun justru jatuh cinta dengan sesungguhnya pada sosok Viena. Wanita bersuami yang lemah lembut, pendiam, cenderung pemalu dan terlihat seperti menjaga jarak dengan Dave.

Dan justru yang paling membuat saya menitikkan air mata adalah sepenggal cerita di akhir tentang bentuk nyata sebuah cinta dan kesetiaan dari paman Goh Kee(kata mbak Lyta, ini kisah nyata) yang menjadi inspirasi Dave untuk tetap menggapai Viena dengan segala kelemahannya. Dalam hatiku sempat berharap bila keduanya bila saling menyatu dalam mahligai dengan saling memahami satu dengan lainnya. hehehe...keluar deh sisi romantis mama Ola.xixixi..

Dari sisi bahasa, novel romance ini indah sekali. Mbak Lyta merangkainya dengan kalimat-kalimat yang cendurung bernada puitis. Dari sisi cover juga terasa romantisnya. Dengan coloring yang soft touch bernuansa pink keunguan dan kertas yang memiliki tekstur. yang saya nggak suka justru ilustrasi isi-meski nggak keseluruhan-berbentuk not-not balok yang terlalu besar. Menurut saya sih...cenderung norak. coba dihiasi not baloknya tak segedhe itu dan diselingi vektor bebungaan, dedaunan yang lebut dan curly, aku percaya lebih cantik lagi. Ah...gak penting ya? hehehe...

Oke deh...selamat menikmati buaian lagu-lagu cinta yang didendangkan mbak Lyta dalam novel ini.^_^