Rabu, 26 Maret 2014

Menghilangkan Bau Lemari

Hehehe... Postingan kali ini tentang lemari. Punya lemari baru yang sesuai budget dan design yang diinginkan memang harus pesan khusus. Hal itu membutuhkan waktu cukup lama. Bisa hingga sebulan. Beda lagi bila membeli sesuai stock toko meubel bersangkutan. Selama saya jadi anak kos dan menikah, akhinya hanya memakai lemari knock down yang terbuat dari papan partikel.

Semula kami memilih yang bermerk cukup terkenal. Tapi tetap saja papan partikel dengan densitas tinggi pun tetap kalah dimakan waktu bila bersaing dengan lemari kayu asli. Apalagi anak balita saya suka sekali main di dalam lemari. Kebetulan sulung saya berbadan bongsor. Berapa kali tertendang, akhirnya setelah beberapa tahun rontok juga.

Saat kami butuh lemari baru, pas banget dengan kondisi keuangan lagi mepet. Bersamaan dengan mengumpulkan down payment rumah. Weww.. Akhirnya kami membeli lemari dua pintu murahan yang juga terbuat dari papan partikel. Namun mutunya kurang bagus. Plus wanti-wanti ke baluta saya yang beranjak besar agar tidak bersembunyi dalam lemari. Saya beri penjelasan yang dapat dia terima. Alhamdulillah lemari bertahan selama 3 tahun.

Akhirnya kami memutuskan membeli lemari kayu pesanan khusus. Sebenarnya bukan pesanan khuSus yang bergaya gimanaaaa gitu. Atau Ukuran khusus segedhe gaban? Bukan juga. Kami hanya memesan lemari biasa tanpa banyak ukiran yg kebetulan sedang tak ada stok di toko tersebut.

Ternyata  tak cuma masalah menunggu lemari jadi. Masalah lain ada saat lemari jadi dan dikirim ke rumah. Baunya menyengat bukan kepalang. Baunya membuat kami terbatuk saat tak sengaja menghirupnya. Rasanya tenggorokan gatal dan tercekik. Mata kami pun pedas dan perih. Hal ini terjadi bila cat yang dipakai untuk melapis kayu lemari berpencair tiner.

Saya telpon toko meubel. Mereka hanya menyarankan untuk dikipas dan dibiarkan terbuka. Pas saya tanya berapa lama, dia jawab sebulan! What? Akhirnya kami terpaksa camping di ruang tamu. Kemudian atas saran beberapa teman untuk meletakkan bubuk kopi.  Browsing internet isinya meletakkan bubuk teh, garam, dan air bercuka.

Setelah saya pikir dengan otak mungil saya, akhinya saya putuskan untuk meletakkan arang sebanyak mungkin. Secara Kan arang menghisab bau. Alhamdulillah setelah satu setengah minggu bau tak enak segera pergi.

Letakkan kertas koran di masing- masing rak dan diatasnya diberikan Arang kayu atau batok kelapa. Just that! so simple isn't it? Jadi, saya persilakan memakai arang untuk menghilangkan lemari atau ruangan bau cat. semoga tips ini berguna. aamiin

6 komentar:

  1. Nice tips...itu untuk lemari baru ya mba?

    BalasHapus
  2. iya mbak kania.

    mbak ika.monggo dicoba

    BalasHapus
  3. Terimakasih infonya, saya akan coba di lemari yg belum lama beli, capek 1 minggu sekali timbul jamur.

    BalasHapus
  4. Terimakasih infonya, saya akan coba di lemari yg belum lama beli, capek 1 minggu sekali timbul jamur.

    BalasHapus