Rabu, 01 Mei 2013

Warna Bercerita



Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keempat.


Warna, hadir melengkapi hidupku. Semasa aku kecil, seingatku aku menyukai warna merah jambu, hijau, kuning pastel, biru langit dan aneka warna lembut lainnya. Masih ku ingat, tak pernah aku memberikan warna tegas pada lukisanku selain warna-warna pastel kesukaanku. Hanya bordernya saja yang hitam tegas membingkai warna-warna pastel itu dan warna coklat, camilan kesukaanku. Gambar rumah, berwarna pastel, gambar sawah ladang kumplit gunung dan sungai-sungainya. Semua serba pastel. Terlebih lagi masa taman kanak-kanak dan sekolah dasar alat warna yang digunakan adalah crayon wax. Dimana saat pengaplikasian crayon ke kertas gambar warnanya cenderung tersamar/lembut.  Atau terkadang menggunakan pensil warna dengan aneka warna pastel juga.


Axl.sumber:ini
Setelah menjelma menjadi ABG alias anak baru gedhe, kami sebagai siswa SMP mendapat akses ke alat gambar yang baru. Yaitu cat air dan cat poster. Secara ekspresi warna pada gambar sih, sudah lebih luas jangkauan warnanya. Dan menggunakan cat air serta car poster, warna-warna tegas juga mulai dieksplorasi. Tapi masa itu sedang ngehit-ngehitnya band-band metal.  Untuk urusan fashion, aku lebih menyukai warna-warna gelap. Hitam, coklat, biru tua. Ngerasanya ngerock atau metal banget. 

James Hetfield.sumber:ini
Hehehe.. kalau ingat jadi geli sendiri. Jaman itu aku sering terkena radang tenggorokan gara-gara nyanyi di kamar mandi maksain suara Axl Rose keluar dari mulutku. Atau suara James Hetfield kuseret keluar dari kerongkonganku. Hasilnya serak selama seminggu. Dan malunya lagi, ternyata bu RW sempat mendengar aku melantunkan lagu-lagu menderu itu dan mengira itu suara kakakku. Aduh.. malah jadi cerita musik. Kembali ke lap… dapur. Hehehe…

Kefavoritanku akan warna gelap bertahan hingga masa kuliah. Dengan style seperti anak laki-laki gondrong. Baju “seragam” aku adalah celana blue jeans, kaos gelap, sandal jepit, rambut lurus panjang dikuncir di tengkuk dengan karet gelang. Untung menjelang kelulusan mulai berubah feminin. Tak lagi terlalu tomboy. Sesekali mengenakan sandal wedges, atau sepatu pantofel wanita berwarna hitam bermodel sederhana. Blouse kotak-kotak putih hitam, celana kain model pipa dan rambut yang masih style kuncir tengkuk. Xixixi..

Selulus kuliah, ternyata aku berubah. Saat mendapati almariku tone warna hanya berkisar hitam, biru, coklat, akhirnya aku insyaf. Hehehe.. insyaf. Seperti mataku teriak,”Haiii..Warna di dunia tak hanya itu.” Akhirnya meluncur bersama waktu, isi almariku mulai menyerupai warna pelangi. Aku tak lagi malu mengenakan pink, ungu muda, merah maroon, kuning lembut, hijau daun dan sebagainya. Bahkan fuschia alias pink ngejreng.

Tapi memang ada satu warna yang menjadi favoritku sepanjang masa. Coklat. Apalagi setelah menjadi ibu sekarang ini. Meski koleksi baju ada beraneka warna, tanpa ku sadari, aku lebih sering mencomot blouse bunga-bunga coklat, celana coklat, kerudung/pashmina/bergo coklat. Aku suka pada tas warna coklat, sepatu coklat, dompet coklat. Semua serba coklat atau varian didekatnya semisal cream, coklat muda, coklat tua, coklat salak, coklat kopi, coklat susu, dan… coklat. Saat ini rumahku pin hampir didominasi warna coklat. Cat tembok eksterior cream dan coklat susu, cat interior putih kecoklatan, kursi rotan berjok coklat, gorden coklat. Rak, almari, kitchen set, beraneka coklat.

Soal warna masakan, tak semua coklat sih. Masa bayam di bening bayam jadi coklat.xixixi..atau wortel gosong yang kecoklatan. Tapi kalau sate tumbuk(sejenis bistik bumbu sate.hehehe), semur atau tumis sayuran saus coklat sih suka. Hahaha… yang jelas aku suka banget ama cake-cake coklat. Dari brownies, hingga sacher torte. Atau muffin coklat.yummy… dan syukur alhamdulillah, aku bisa membuatnya

sendiri.^_*. Buat yang pengen liat resepnya, bisa klik disini:
Demikianlah ceritaku tentang warna favoritku, apa ceritamu?

 

10 komentar:

  1. ngileeeer sama caqke coklatnya, aduuuh kapa aku bisa masak kayak gitu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa mbak windi.asal ada kemauan,insyaallah bisa.:D

      Hapus
  2. wah.. masakannya bikinn ngilerr.. :)

    Sukses buat lombanya ya, Mbak Anik..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak linda sayang, gimana kabarnya.udah ilang kan nyerinya.aku pengen sms kok sinyal di rumah lagi sering sos.makasih ya mbak atas doanya.aamiin.:D.lekas sembuh dan sehat selalu mbak.aamiin

      Hapus
  3. Bokcoynyaaaaaa alamak...warna idem...coklat yes!

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak wiek.toast.ceplak.:D.coklat.

      Hapus
  4. Wooww... pinternyaa bisa buat begituan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. aih...itu belajar melalui trial dan eror kok mbak.hehehe

      Hapus
  5. coklat lovers juga... sama doong tp kalo baju aku kurang suka coklat hehe.. kata suamiku lihat aku pake coklat kelihatan tua :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku suka warna coklat mbak.soal tampilan sih...itu aura.kalo pd,insyaallah auranya memancar.currrr....xixixi...aer kaliii...meski aku juga suka warna lain.biru, ungu, pink dusty, hijau.

      Hapus