Rabu, 24 April 2013

Wanita Inspiratifku Tak Hanya Satu


Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketiga.
.
Ya, bukan hanya satu. Ada beberapa wanita yang menginspirasiku.

ibuku dimasa tua
Wanita pertama, kakinya telah layuh, meski belum lumpuh. Kulitnya putih pucat dan banyak keriput. Bintik hitam telah bertebaran di mana-mana. Rambutnya tipis dan berwarna putih keperakan membingkai wajahnya yang mengusang. Kecantikannya telah lapuk dimakan jaman. Beliau bukan wanita terkenal yang menginspirasi orang banyak. Bukan hartawan yang dermawan. Beliau hanya wanita sederhana yang melahirkan aku dan keenam kakakku.
Ibuku. Pantas dan wajar sajalah adanya bila seorang anak mengidolakan ibunya. Seperti apapun juga, dimana pun juga. Sangat wajar seorang anak menyayangi ibunya. Tapi ibuku menginspirasiku menjadi full time mother justru karena dia adalah wanita bekerja. Ya, ibuku adalah wanita inspiratif pertamaku

Ibuku masa muda
Ibuku adalah perawat disebuah institusi rumah sakit daerah. Terkadang beliau masuk siang, terkadang pula masuk malam. Saat libur, beliau dedikasikan waktunya untuk keluarga, dan bergaul sedikit bersama tetangga. Ah, bukan. Alhamdulillah ibuku bukan type rumpiers yang bergaulnya untuk berghibah. Beliau bergaul insyaallah dengan cara yang baik. Menjadi pengurus PKK rukun tetangga wilayah rumah kami. Dengan sebagian pengetahuannya sebagai perawat, membaginya bagaimana hidup sehat, bagaimana membuat makanan sehat, atau bagaimana mengatasi sakit melalui P3K di rumah. Beliau juga aktif di pengajian ibu-ibu lingkungan RT dan mengikuti organisasi Aisyiyah Magelang.

Hobi ibuku selayaknya hobi ibu-ibu pada jamannya. Merajut, mengkristik, menyulam, menjahit, memasak, membuat aneka kue dan camilan. Ah, itu juga hobi selayaknya ibu jaman sekarang ya. Hehehe… hasilnya, baju lebaranku, atau kakakku adalah jahitan ibu.

Aksesoris rumah dari yang nempel permukaan vertikal hingga horizontal, buatan ibuku. Aksesoris rumah itu antara lain, kristik aneka rupa yang menyerupai lukisan yang menempel di dinding, menempel di bantalan kursi, atau sulaman yang menghiasi bantal serta seprei, menghiasi baju-baju kami. Rajutan taplak meja dari meja kotak kecil di sudut ruang tamu, hingga meja besar tempat kami makan. Pula tas cantik rajutan ibuku sendiri yang mengantarkan kondangan. Bahkan bonekaku, berupa boneka gajah adalah boneka perca cantik buatan ibuku.

Jajanan harian dari sekedar pisang goreng, atau getuk susu, adalah buatan ibuku. Kue lebaran nastar, kastengel, wajik bandung, dodol tape, kue satu atau koya kacang hijau, juga buatan ibuku. Dan masakan ibuku, jangan ditanya enaknya. Enak kalo aku bilang. Terbukti bukan hanya pada omongan anaknya. Tetangga kami, sering mendaulatnya sebagai “the chef” di acara hajatan apa saja di kampungku. Membuat ayam ingkung, capcay jawa yang ada bakwan tepungnya, mie goreng, tumis special, sup pengantin, gado-gado, sate, gulai, tongseng, brongkos, bakso, somay, kolak, gudek, sambel goreng, hampir apa saja. Termasuk cake jenis bolu/pound cake yang dulu tenar di kampungku. Bolu marmer yang harum aroma vanilla beradu dengan aroma cokelat. Jaman dulu, ibuku mengocok adonan dengan whisk berulir/per. Dan saat aku masih kecil membayangkan ingin memiliki whisk per berukuran besar untuk mainan lompat2.^_^

Ya, aku pernah merasakan “kehilangan” ibuku disaat aku kecil karena ibuku bekerja. Memang ada saat-saat aku ingin beliau selalu ada disampingku saat aku membutuhkannya. Terutama saat aku sebagai anak kecil sedang ketakutan, yang kutemuka ada disisiku hanya emak pengasuhku. Hingga rasanya aku makin sayang pada emak pengasuhku. Saat emak pengasuhku meninggal dunia, sedih rasanya. Hingga aku pun menangis tanpa segan. Dan aku baru tahu saat itu, ternyata ibuku cemburu akan sayangnya aku pada pengasuhku. Aku tak seperti itu. Aku tak ingin anak-anakku kehilangan aku yang ditelan pekerjaan disaat mereka pada masa sangat membutuhkan seorang ibu. Dan suamiku setuju, aku resign saat kehamilanku menginjak bulan ke 6.

buku tulisan mbak Niar
Bukan hal mudah, beradaptasi dari wanita bekerja menjadi ibu rumah tangga. Tapi alhamdulillah seiring waktu, aku bisa.

Tulisan ini bukan menentang atau wujud ketidak-setujuan pada wanita bekerja. Karena bekerja di mana saja adalah pilihan masing-masing. Pada masing-masing pribadi, ada masing-masing alasan dan pertimbangan. Ada perjuangan-perjuangan juga. Ada cita-cita yang lebih besar dari sekedar ego pribadi sepertiku dan sebagainya. Aku ingin seperti ibuku yang terampil apa saja, namun tetap bisa mendampingi anak-anakku.

Wanita inspiratif kedua bagiku adalah, temanku sendiri. Mbak Mugniar Marakarma. Aku akrab menyapanya mbak Niar. Wanita cantik berjilbab ini adalah seorang penulis, yang juga merupakan blogger. Wanita ini menginspirasiku untuk menebar manfaat pada jangkauan lebih luas melalui dunia cetak, maupun dunia maya. Sungguh, bertatap muka saja aku belum pernah. Tapi dia tak segan membagi ilmunya.

mbak Shabrina dan salah satu  bukunya
Pada diriku, aku ingin menebar manfaat dari rumah melalui blog. Aku belajar menjadi blogger untuk menebar sebagian ilmu yang aku tahu. Dan semoga manfaat dapat tertuai dari membaca blogku.aamiin.

Wanita inspiratif ketiga adalah mbak Shabrina. Wanita mungil yang memiliki profesi sebagai penulis dan ibu rumah tangga ini berhati cantik. Aku ingin menirunya. Memiliki buku yang memuat tulisan dengan diksi-diksi indah, yang tak hanya menebar kata-kata dalam bukunya, namun juga mengunggah hikmah agar bisa dipetik pembaca. Buku yang dia tulis memperkaya hati.


Mbak Rini pengusaha bakery rumahan
Wanita inspiratif keempat adalah mbak Rini. Wanita ini lulusan teknik kimia UGM.  Seorang ibu rumah tangga yang juga merupakan pengusaha bakery rumahan. Kegigihannya belajar baking secara otodidak membuahkan hasil yang manis. Karya-karya cakenya yang tak sekedar enak, namun juga cantik, serta kerja kerasnya membuat satu lapangan usaha sendiri di rumah. Aku ingin memiliki usaha serupa.

Semoga, satu per satu cita-citaku dapat terwujud nanti.aamiin.



Selasa, 16 April 2013

Aroma Magelang Membuatku Rindu

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu kedua.


Hallo. Meski aku bukan orang makasar, tapi aku suka ikutan berpartisipasi ngeblog 8 minggu bersama komunitas blogger Anggingmammiri. Kebetulan aku memiliki beberapa kenalan orang makasar. untuk minggu kedua dengan tema Rasa Lokal, aku mau bercerita sedikit tentang kota asalku saja.

Aku berasal dari kota kecil ditengah pulau jawa yang memiliki cerita tentang ‘Paku Pulau Jawa’. Paku Pulau Jawa sendiri bentuknya adalah sebuah bukit, yakni bukit Tidar. Yup, aku berasal dari kota Magelang. Kota kecil tempat ‘Kawah Candradimuka’, tempat menggembleng para kasatria taurna angkatan darat.

Kotaku letaknya antara Yogyakarta dan Semarang. Suasana kotanya tak terlalu ramai, namun tak juga sepi. Tapi kalo lagi lebaran, jangan ditanya. Sepertinya saat lebaran tiba orang-orang kota besar sementara tumpah ruah dikotaku. Dan mendadak macet ada dimana-mana.Ah, itu baru sebagian aroma yang membangun magelang.
jalanan kota yang penuh debu merapi

Kotaku, meski seperti terbagi dua antara kotamadya dan kota kabupaten, bagiku sendiri satu kesatuan. Kotaku lumayan sejuk karena memang berada di dataran tinggi sekitar 380m dpl, dengan lokasi dikelilingi ‘tembok’ gunung-gunung. Keren ya, temboknya aja gunung. Tapi kalau lagi meletus, uh... jangan ditanya. Serem banget. Kayak pas merapi meletus kemarin. Jedar jedur, kaca dan tembok rumah bergetar hebat. Genteng seperti ditaburi batu, kerikil dan pasir. Pepohonan pada tumbang dan mati terkena taburan debu, pasir, kerikil dan batu panas. Kolam ikan kakakku berubah menjadi kolam pasir dan bibit ikan 5000 ekor mati tertimbun pasir panas. Itu juga masih untung.(aih..orang jawa ya. Kena bencana bilangnya masih untung?) maksudku, untung lokasi rumahku tak termasuk lokasi daerah terdampak awas Merapi. Tapi itu juga sudah hancur lebur keadaannya. Kota magelang mirip kota mati.
Water Tower Magelang

Kalau tak meletus  sih sungguh kotaku kota yang asri.  Alun-alun kotanya alhamdulillah masih berumput hijau. Di tepi lapangan alun-alun sebelah barat laut, berdiri kokoh bangunan water tower kuno yang menjadi salah satu icon kotaku. Dibuat di jaman Belanda sekitar tahun 1916, dan sampai sekarang masih beroperasi sebagai water tower bagi kota Magelang. Warga magelang sendiri malah menyebutnya sebagai menara kompor besar. Iya, abisnya mirip banget sama bentuk kompor minyak tanah yang berukuran sangat besar.



Kotaku sangat spesial. Kotaku menyimpan salah satu World Heritage yang diakui oleh UNESCO (United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization). Yaitu Candi Borobudur. Disekitaran Candi Borobudur, masih terserak beberapa candi ukuran lebih kecil, antara lain Candi Mendut, Candi Pawon,, Candi Asu (Sengi), Candi Lumbung, Candi Pendem, Candi Canggal atau Candi Gunung Wukir, Candi Selogriyo, Candi Losari, Candi Gunungsari, dan Candi Umbul. Namun candi yang letaknya paling dekat dengan Candi Borobudur, hanya Candi Mendut dan Candi Pawon.Di sini sering dipakai untuk upacara keagamaan Budha, prosesi dari Candi Mendut bergerak seperti pawai menuju Candi Borobudur. Dan biasanya, pada musim ini banyak penduduk lokal sekitar candi yang rumahnya berubah menjadi guesthouse sementara.
Candi Borobudur


Untuk urusan makanan, kotaku memang tak terlalu berbeda dengan kota sekitaran kotaku masakannya. Ada gudeg, sambel goreng krecek, mangut, berbagai macam oseng-oseng. Namun ada yang spesial dan terkenal hingga kemana-mana. Nasi goreng Magelangan. Yaitu nasi goreng yang dicampur dengan mie. Karena itu memang style magelangan. Selain itu Sego Godok magelangan. Sego itu bahasa jawanya nasi. Sedangkan godok itu adalah merebus. Menu Nasi Rebus magelangan, yang belum kenal tentu akan terdengar aneh bila mendengarnya. Namun jangan salah, Sego Godok itu enak banget. Hampir mirip dengan mie rebus ala Magelang.



Kuliner unik yang lain adalah Kupat Tahu Magelang. Potongan tahu goreng yang digoreng tak terlalu kering, potongan ketupat, taoge rebus, kol iris rebus dan ditaburi daun bawang cincang beserta bawang goreng dan kacang goreng yang ditumbuk agak kasar. Kemudian diguyur kuah gula gurih manis segar. Satu lagi Kuliner special adalah Sop Snerek. Sop yang sepertinya mendapat pengaruh dari resep Belanda. Sop daging dengan isian potongan daging sapi, kacang merah, bayam, wortel, daun seledri, ditaburi bawang merah goreng dan daun bawang cincang. Aroma bawang putih yang kuat, terbersit rasa merica sedikit dan pala. Segar dan gurih.
Kupat Tahu Magelang

Selain kuliner di atas, kotaku terkenal sebagai kota getuk. Getuk jenis apa saja, sepertinya mudah ditemukan di Magelang. Dari getuk pisang, getuk ubi, getuk kimpul atau talas, hinggagetuk singkong yang ragamnya saja bermacam-macam. Getuk singkong sendiri ada getuk wungkal, getuk tanpa penambahan apapun dan yang paling tradisional berwarna keabuan. Getuk ini biasa dimakan dengan parutan kelapa dengan taburan gula atau sedikit garam. Bentuk awalnya yang hanya kotak dan berwarna keabuan, mirip batu asah, sehingga disebut sebagai getuk wungkal, bahasa jawa untuk batu asah. Selain getuk wungkul, terdapat juga endog gludug. Serem amat namanya. Endog adalah telur, gludug adalah geledek. Bentuk getuknya bulat putih, terbuat dari singkong rebus dihaluskan kasar bersama parutan kelapa dan sedikit gula pasir. Kemudian juga ada getuk trio, getuk yang terbuat dari singkong rebus yang kemudian diberi margarin, susu, vanili, dan pewarna makanan. Biasanya 3 warna, putih, coklat, dan pink lembut. Makanya diberi nama getuk trio. Tapi hal ini juga berkaitan dengan toko yang awalnya memproduksi getuk jenis ini, yaitu toko Trio.

Ah, panjang juga kalo pengen cerita tentang  kotaku. Itu hanya sebagian, sebersit saja aroma magelang. Aromanya membuatku rindu. Dan yang ada, sekarang aku  jadi kangen ibuku, kangen kakak-kakakku, kangen kotaku. Suatu saat, bila kalian berkunjung ke yogyakarta, jangan lupa singgah ke kota kecilku tercinta ya. Magelang.^_^


Postingan ini disertakan dalam minggu kedua  #8MingguNgeblog Anging Mammiri

Sabtu, 13 April 2013

Tetangga Baikku



Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama.

Keluarga Bapak Ferdi, keluarga itu adalah tetangga kami. Pasangan muda yang baru memiliki anak satu dan saat ini tengah planning untuk anak kedua. Rumah mereka yang menempel/kopel dengan rumahku namun memiliki tembok masing-masing. Rumah mereka seperti rumah kembar dengan rumah kami karena memang kembar adanya. Developer membangun kembar, dari luar hingga dalam dengan tata letak seperti bercermin. Yang membedakan hanya cat dan tentu saja furnitur karena bersifat personal. Bahkan isi kebun belakang pun basenya sama : rumput gajah mini, dan pohon pisang. Hanya saja di lokasi rumah kami mendapat bonus palem merah dan sebatang pohon salam. Eh..jadi beda ya. Hehehe.. apa lagi sekarang. Udah makin personalized isi kebunnya.^_^



Mereka adalah tetangga yang baik, dan menurutku sejauh ini terbaik. Pernah suatu kali pompa air rumah kami rusak. Dan terpaksa tak bisa mengambil air dari dalam sumur bornya. Selama 3 hari harus menunggu tukang. Alhamdulillah, tetangga kami yang baik itu memberi suplai air  baik untuk kebutuhan mandi dan cuci selama 3 hari secara gratis.

Tak berhenti disitu kebaikannya. Mereka tak sungkan berbagi aneka hidangan dari kue-kue, hingga sayur dan spaghetti. Atau pisang dari hasil kebun mereka. Sesekali mereka juga membantu menggendong Keen, anak keduaku saat dijemur pagi. Dan anak mereka, Kak Michelle, anak usia 8 tahun, suka bermain dengan anak pertamaku Olla.


Tadi pagi pun istri Pak Ferdi yang aku panggil Mama Michelle menengok Olla yang sedang sakit. Olla dibawakan sebutir semangka merah besar dan sesisir pisang cavendis kuning yang cantik dan lezat.

Mereka memiliki seekor kucing peliharaan yang bersih, lucu dan gendut yang diberi nama Poppy. Dia kucing betina yang kemudian di operasi pengikatan indung telur karena ada penyakit. Mereka sayang sekali dengan Poppy. Bila saat sore Poppy belum pulang, pasti Mama Michelle khawatir bukan kepalang. Poppy begitu spesial bagi mereka. Poppy makan makanan khusus kucing wiskas. Aku sendiri sampai geleng-geleng karena begitu sayangnya mereka sama Poppy. Padahal Poppy hanya kucing kampung. Mereka memungutnya dari depan rumah mereka saat Poppy masih kecil. Mereka merasa iba. Ah, memang mereka orang-orang baik.

Karena mereka orang-orang baik, maka aku sangat suka menjadikan mereka tukang icip kue-kue atau masakan hasil eksperimen aku. Tapi tentu saja hasil eksperiman masakanku aman, sehat, dan enak.(xixi..memuji diri sendiri.)

Eksperimen awal yang mereka cicipin adalah sayur jantung pisang yang jantungnya aku petik dari pohon pisang kebunku sendiri. Campurannya teri medan dan tempe, serta diberi santan. Ini adalah sayur lodeh jantung pisang pertamaku yang enak karena sayur jantung pisang pertamaku pahit banget tak enak dimakan. Itu karena aku salah memilih jantung pisang di pasar. Aku tak tahu bila saat itu aku beli jantung pisang ambon. Kata orang-orang, kambing pun tak mau memakannya.xixixi..

Makanan kedua adalah eksperimenku es krim durian. Sepulang suamiku dari menunggui opungnya Olla yang operasi batu ginjal di medan, aku dibawakan sewadah plastik bersegel ukuran 5 liter berisi daging durian medan. Aku senang, namun awalnya tak terbayangkan harus aku olah jadi apa lagi setelah kami muak memakan durian sebanyak itu dalam sehari. Akhirnya aku olah menjadi es krim. Dan sebagiannya aku bagikan pada tetangga baikku.

Karena tetanggaku tak berhenti berbuat baik, akhirnya aku jadi senang juga berbagi dengan mereka. Hampir setiap aku eksperimen, pasti suamiku juga mengingatkan untuk membagi. Dari eksperimen roti, donat, ollie ballen, cake coklat, muffin, brownies, bolu, sponge cake, black forest, cup cake dan sebagainya.

Siapa yang mau jadi tetangga baikku? ^_*

Postingan ini disertakan dalam minggu pertama  #8MingguNgeblog Anging Mammiri

Jumat, 12 April 2013

New Born Needs



Akhir-akhir ini sering banget menemui pertanyaan seputaran kebutuhan bayi baru lahir, baik secara lisan saat langsung bertemu, maupun melalui sms hingga social media, dari ibu-ibu hamil di sekitarku. Mungkin karena aku juga terhitung baru punya bayi lagi. Pertanyaan itu baik dari sisi persiapan menjelang kelahiran, hingga saat telah lahir. Awal kelahiran bayi bagi orang tua baru, memang sangat membahagiakan sekaligus membingungkan. Penuh dengan pertanyaan-pertanyaan, dan mungkin sedikit terbersit sedikit kekhawatiran. Sama juga dengan apa yang aku alami. Untuk masalah kesehatan, selain rajin blog walking, aku juga rajin nyambangin toko buku. Terutama bagian buku kesehatan yang berkaitan dengan bayi. Ini aku lakukan sedari awal kehamilan. Selain menambah pengetahuan, juga mengalihkan perasaan “morning sickness” yang berubah jadi “every time sickness”.
 

Kali ini, yang ingin aku tulis adalah kebutuhan ibu dan  bayi, perlengkapan dan pernak perniknya, dari sebelum hingga setelah melahirkan saja. Dan tulisan ini hanya berdasarkan pengalamanku saja.

Menjelang kelahiran, seorang ibu perlu persiapan “tas siap berangkat”. Yaitu tas yang berisi kebutuhan dasar standar seorang ibu melahirkan dan bayinya, isi tasnya antara lain:
  1. Baju berkancing depan. Baju berkancing depan diperlukan karena memudahkan ibu dalam menyusui bayinya. Diperlukan kira-kira 2-3 helai.
  2. Sarung atau kain panjang. Biasanya digunakan ibu baru melahirkan untuk dipakai sebagai baju bawahan. Luka bekas melahirkan baik secara normal ataupun sectio caesarea memerlukan baju penutup yang nyaman. Diperlukan kira-kira 3 helai
  3. Baju dalaman 3 set.
  4. Pembalut nifas atau maternity pad. 1 kemasan isi 8 atau 10.
  5. Kain gurita Ibu. Sebagai pengencang perut ibu setelah melahirkan. Boleh gurita tradisional dengan tali ikat, boleh juga yang modern dengan perekat velcro 3 set.
  6. Satu stel baju ibu untuk pulang dari rumah bersalin.
  7. Satu stel baju bayi untuk pulang dari rumah bersalin, yang terdiri dari :
·         Popok. Biasanya menggunakan pospak atau diapers.
·         Gurita bayi. Boleh gurita tradisional dengan tali-tali, ataupun gurita modern dengan perekat velcro.
·         Baju bayi. Sebaiknya baju lengan panjang.
·         Celana panjang bayi. Lebih baik dengan penutup kaki yang bersambung dengan celana bayi.
·         Kain bedong.
·         Selimut bertudung.
·         Kain gendongan baik kain panjang batik/jarik ataupun kain gendongan modern model gendong menyamping untuk newborn. Pilihan jenis kain gendong tergantung orang tua, mana yang lebih nyaman.
  1. Keperluan alat mandi yang terdiri dari sabun, shampoo, pasta gigi, serta sikat gigi untuk ibu.
  2. Bila ada keluarga lain yang turut serta menginap di rumah sakit, semisal sang ayah yang akan menunggui di rumah sakit, boleh juga dipersiapkan tersendiri.

Demikian adalah isi “tas siap berangkat”. Tas ini dipersiapkan jauh hari, agar saat hari kelahiran tiba-dan biasanya penuh kepanikan-tinggal membawa saja. Jangan lupa membawa uang/kartu debit/kredit serta kartu asuransi, lengkap dengan kartu berobat bila ada. Dan biasanya bila melahirkan dengan sectio cesarea yang direncanakan keluarga telah membooking kamar perawatan dan jadual operasi. Untuk kelahiran normal/caesar, akan sangat bagus bila rumah bersalin adalah tempat yang biasa dipergunakan ibu saat periksa kehamilan. Jadi riwayat medis dapat menjadi acuan. Bila keadaan “memaksa” kelahiran di tempat berbeda dari biasa memeriksakan kehamilan, sebaiknya meminta pengantar dari tempat biasa periksa kehamilan untuk ke rumah bersalin berbeda.

Dan berikut ini adalah daftar keperluan bayi baru lahir. (daftar ini fleksibel. untuk beberapa keperluan bisa di ubah. Jumlah yang di perlukan juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.) :
  1. baju bayi lengan pendek
  2. kaos dalam
  3. baju bayi lengan panjang
  4. jaket bayi
  5. celana panjang bayi
  6. celana pendek bayi
  7. kaos tangan bayi (tak perlu banyak. Karena hanya dibutuhkan pada bulan awal saja. Setelahnya, sebaiknya bayi tidak mengenakan kaos tangan agar motorik halusnya berkembang dengan baik. Tapi jangan lupa untuk rajin-rajin menggunting kuku bayi. Lakukan dengan berhati-hati.)
  8. kaos kaki bayi. Boleh agak banyak.
  9. topi bayi.
  10. popok. Orang tua sekarang lebih banyak menggunakan pospak/diapers ataupun clody(cloth diapers) yang memiliki lapisan(insert) sebagai penahan pipis bayi dan celana luaran dimana terdapat semacam pocket untuk diisi lapisan(insert).
  11. kain bedong kira-kira satu lusin. Jaman sekarang, bayi tidak dibedong lama.
  12. kain pelapis perlak
  13. perlak, terserah jenisnya. Bisa yang karet lembut berlapis ataupun jenis kain jok yang tidak tembus air.
  14. lemari kecil untuk bayi, bisa lemari kayu, bisa juga container plastic susun.
  15. tempat tidur/box bayi lengkap dengan bumper dan kasurnya. Tapi bisa diskip. Beberapa ibu berpendapat lebih baik tidur satu tempat tidur dengan ibunya karena lebih mudah dalam memberikan ASI.
  16. kelambu bayi.
  17. selimut bayi.
  18. bantal dan guling bayi
  19. tas bayi/diapers bag untuk keperluan bepergian. Terutama yang telah dilengkapi perlak kecil dan wet bag.
  20. ember bayi dan kursi bayi untuk mandi. Berbentuk hampir mirip bouncer bayi dengan ukuran lebih kecil. Tapi bisa juga dengan matras kecil sebagai tempat bayi berbaring saat ibu menyabun bayi sebelum masuk ke dalam ember bayi.
  21. kapas cebok. Biasanya berbentuk cotton ball.
  22. ember kecil tempat air untuk cebok
  23. sebotol cairan antiseptik
  24. keperluan mandi : sabun bayi, shampoo bayi (bisa juga memakai sabun sekaligus shampoo bayi/top to toe, waslap mandi yang lembut, handuk bayi
  25. keperluan setelah mandi: talcum. Sebaiknya jangan digunakan di daerah dekat alat kelamin dan diwajah. Bila sedang biang keringat jangan dikenakan talc. Minyak telon, krim balsem bayi(persediaan saat bayi pilek ringan), baby rush cream atau krim ruam, lotion rambut bayi.
  26. tissue fascial.
  27. kain gendongan.
  28. cotton bud bayi
  29. senter kecil dan termometer.
  30. perlengkapan pedicure manicure bayi.
  31. perban dan alkohol untuk pembalut pusat bayi yang belum puput. Sekarang telah ada perban lembab yang telah terkemas masing-masing dengan alkohol.
  32. sisir berupa sikat lembut untuk bayi.

Demikianlah keperluan bayi baru lahir. Semoga pertanyaan-pertanyaan yang sering saya temui di sekitar saya langsung dapat sedikit terjawab disini dan sedikit membantu. Aamiin.



Rabu, 10 April 2013

CERITA DI BALIK NODA, Buku Petunjuk Pada Harta Karun







Judul
:
Cerita di Balik Noda
Pengarang
:
ISBN
:
9789799105257
KPG
:
901130619
Ukuran
:
200 x 135 mm
Halaman
:
248 halaman
Harga
:
Rp 40,000


Membaca sampul bukunya, aku seperti sudah kenal saja. SKSD. Tapi ternyata tebakanku tak meleset setelah menguak isinya. Yup, Cerita Di Balik Noda yang diselenggarakan Rinso di Facebook dan telah tayang di televisi ternyata sudah cetak menjadi buku. Aku cukup familiar dengan judul buku Cerita DiBalik  Noda, karena aku dulu berpartisipasi mengirimkan ceritaku tentang anakku. Namun mungkin karena cerita yang kutulis terlampau pendek, jadi tidak termasuk nominee. ^_^.

Buku ini pantas cetak. Mengabadikan kisah-kisah penuh inspirasi, kisah-kisah pembangkit semangat untuk para ibu dalam mendidik dan membesarkan buah hati mereka yang memang penuh tantangan, perlu kesabaran. Karena pada dasarnya anak-anak banyak yang tidak nakal dalam arti sebenarnya.

Membuka halaman pertama cerita pertama, aku disambut cerita tentang seorang bos yang galak yang kemudian luluh dengan ketulusan dari seorang karyawan baru. Cake yang dibawa dan mengotori bajunya, membangkitkan kenangan tentang almarhum anaknya. Dan berbagi dukanya si bos galak, seperti sedikit membantu mengangkat beban duka yang selama ini menggelayut.

Pada cerita kedua, ternyata tulisan karya bunda Haifa. Danu keponakannya yang semula sangat kaku, berubah menjadi ceria dan mandiri setelah berkenalan dengan kotor dan noda dalam proses pembelajaran kehidupan.

Begitupun pada cerita-cerita selanjutnya. Aku terhanyut membacanya. Bahkan pada beberapa cerita, sempat tersengal nafasku menahan haru. Cerita-cerita yang hampir semua berisi pengalaman para ibu hebat dengan anak-anak yang hebat, yang seringkali mirip dengan peristiwa ibu-ibu lain pada umumnya.

Aku rasa cerita-cerita ini layak dibaca anak-anak, agar mereka dapat memetik hikmah dan inspirasi yang bertebaran didalam buku. Atau untuk anak-anak balita yang belum pandai membaca, bisa jadi semacam dongeng sebelum tidur yang dibacakan orang tuanya.

Cerita “Tulisan di Kain Sprei”, mengajarkan anak untuk memiliki hati yang cantik. Selain itu cerita tersebut mengajarkan untuk menghargai orang lain, bagaimanapun bentuk fisiknya. Pada cerita “Nasi Bungkus Cinta”, anak diajarkan untuk memiliki kepekaan dan kepedulian sosial, tidak menutup mata pada orang lain yang kurang beruntung. Dan cerita “Celengan”, mengajarkan anak agar berhemat, suka menabung, namun tidak pelit.

Masih banyak cerita-cerita menarik lain dari buku ini. Baik dalam mengatasi kedukaan diri ataupun meringankan kedukaan orang lain. Tentang berbagi, tentang belajar menjadi lebih baik. Isi dari buku ini adalah sebuah harta karun kehidupan yang dirangkum dalam cerita mudah dipahami. Isinya  insyaallah membawa kepada pencerahan. Secerah hati bersih tak bernoda. Berani kotor itu baik, bila membawa kebajikan.

Review ini saya tulis dalam rangka peran serta saya mengikuti Kontes Ngeblog Review Buku “Cerita Di Balik Noda” 15 Maret 2013 – 10 April 2013 yang diselenggarakan oleh KEB



Digulung-gulung Sakit

Adaaa... aja. Kemarin Kak Ola sakit, abis itu adeknya juga sampe demam sumeng-sumeng. Anak-anaknya sudah mendingan, gantian mamanya kena tonsilitis akut. Gak lama ayahnya kena sakit juga. abis itu Ola sakit lagi, abis itu keenan., eh..keenan lagi agak enakan, kakaknya sakit lagi.

Kayaknya ada yang salah nih. Cara hidup sehat kudu dicek-cek lagi. Soal makanan, insyaallah sehat, bersih, halalan thoyiban. Soal kebersihan rumah, insyaallah terjamin. Kami tidak memelihara binatang apapun. Acara bebersih rumah dilakukan setiap hari, dan setiap ada yang kotor. Alhamdulillah sekarang ada asisten yang bantu. Soal kebersihan badan, insyaallah juga terjamin. Mulutku hobi merepet setiap hari. "Kakak, cuci tangan dulu." atau, "Kakak, lekas mandi.", atau, "Pulang sekolang langsung cuci tangan,cuci kaki, cuci muka ama kumur.". ataupun.."itu..kuku...ayo dipotong. sampah buang ke tempatnya." dan sebagainya.

Hingga akhirnya pas terakhir Ola ke dokter baru ketauan. Kami alergi makanan tertentu. Tapi belum tau sih khusus alergi apa aja. Hanya saja dokter menduga dari zat additive dalam makanan ringan jajanan anak-anak. Sebenarnya saya hampir setiap hari selalu berusaha membuatkan aneka jajanan yang disukai anakku, terutama Ola. tapi terkadang masih lepas juga dia jajan makanan ringan di luaran. Beli jajan dibelikan mbak asisten. Akhirnya sekarang larangan jajan strict aku tegakkan. Sementara waktu, kami tak mengkonsumsi coklat dulu seperti larangan dokter.

Semoga diet coklat kami membuahkan hasil kesehatan, dan hidup kami diberkahi kesehatan dari Allah.aamiin.