Rabu, 27 Februari 2013

Imajinasiku Saat Batik di Red Carpet Piala Oscar


Memakai batik, tentu saja sukaa.. terutama batik katun atau sutra. Nyaman dan trendy rasanya. Apalagi batik sekarang sudah mendunia. Batik mendunia tak hanya sebatas memperkaya design interior, baik sebagai pajangan lukisan batik, sarung bantal kursi, bedsheet set alias seprei, kap lampu, taplak meja, dan sebagainya.

Anak sulungku, Ola pun bergaya dengan batik. Coba saja tengok gaun bergaya kimononya dengan batik bercorak trumtum hitam coklat, cantik kan.

Satu lagi gaun mungil lucu bermotif batik parang rusak yang dibingkai model kawung warna coklat dan krem cerah. gaya banget. Dari kecil memang sangat ingin kutanamkan mencintai budaya sendiri. Apalagi ini budaya yang memang telah diakui dunia internasional sebagai World Heritage atau warisan budaya dunia. hebat kan?

Kecintaanku pada batik juga diwariskan oleh ibuku. Ibuku membagikan kain-kain batiknya untuk anak-anak  perempuannya. Ada yang harganya murah, ada pula yang cukup mahal.

Shawshank Redemption Bukan Sebuah Review

sumber gambar: wikipedia


Nope, aku gak akan mereview film ini atau meresensinya. Aku hanya ingin memetik hikmah dibalik cerita film     ini bersama pembaca.

Ini film lumayan jadul, tahun 1994. Jaman aku masih muda. xixixi., sekarang juga belum begitu tua sih.(teuteup gak mau ngaku.wkwkwk..). liat aja. Opung Morgan Freeman aja belum keliatan begitu sepuh. Pakdhe Tim Robbins juga masih keliatan muda dan ganteng. beda sama sekarang. Mereka sudah tampang sepuh alias udah tua. Tapi yang jelas acting mereka emang keren-keren.

Kisah Shawshank Redemption adalah sebuah kisah seorang bankir muda yang di khianati istrinya dan ingin membunuh istrinya kumplit dengan kekasih rahasia istrinya, namun mengurungkannya. Tapi apa daya, saat pasangan peselingkuh itu terbunuh, justru Pakdhe Tim yang difilm ini bermain sebagai Andy Dufresne malah jadi tertuduh, dan berakhir sebagai terpidana. 

Jumat, 22 Februari 2013

Bersaing Sehat? Siapa Takut!




Dalam dunia kerja, persaingan antar karyawan adalah sesuatu yang wajar adanya. Persaingan dari sisi penampilan, pada performa kerja, hingga pada prestasi kerja. Sisi penampilan, utamanya pada para karyawan wanita yang kantornya bergerak di bidang usaha jasa. Karena memang penampilan yang rapi dan bersih tentu sangat diutamakan di bidang jasa. Namun pun bila perusahaan tempat berkarir bukan dalam bidang usaha jasa, apabila posisi karyawan berada dibalik meja, semisal accountant, manager, marketing,  secretary, atau receptionist pun tetap dituntut berpenampilan yang rapi dan bersih. Karena penampilan, adalah satu hal yang terlihat lebih dulu dibanding dengan performa dan prestasi kerja. paling nggak, bos atau klien berpikir, bila penampilan saja rapi, mungkin dalam bekerja juga rapi, sistematis teratur.

Rabu, 20 Februari 2013

If I Could Turn Back Time..


If I could turn back time. Iya, kalau saja aku bisa memutar waktu. Tentu sangat ingin mengoreksi kesalahan ataupun kekurangan yang pernah ku lakukan di masa lalu. Termasuk gaya hidup yang cenderung boros, dan tidak bersifat earth loving. Masa sekarang marak sekali digaungkan dan dicanangkan perilaku untuk selalu go green. Reduce, reuse, dan recycle. 

reduce, reuse,recycle

Berapa tahun lalu sih masih banyak yang sekedar reuse. Entah pemakaian kembali botol kemasan air mineral, botol bekas syrup yang digunakan lagi sebagai tempat air minum, jerigen bekas minyak untuk tempat minyak lagi atau jadi pot, kertas-kertas sisa buku yang masih kosong yang kemudian di bundle jadi satu dan menjadi buku lagi, dan sebagainya.