Selasa, 11 Desember 2012

Bersama Unilver Pureit, Membantu Melindungi Kelestarian Mata Air Alami



Masih teringat kemarau kemarin. Rumahku yang berlokasi di bilangan Tanah Baru Depok, mengalami kelangkaan air mineral dalam kemasan. Dan ternyata, melalui percakapan maya bersama teman-teman sesama ibu rumah tangga, tak hanya depok yang mengalaminya. Bogor dan DKI Jakarta pun tak jauh berbeda. Air mineral harganya melonjak tinggi, dan mau tak mau menjadikan kami, para ibu rumah tangga geleng-geleng kepala seraya mengencangkan ikat pinggang.


Pureit
Sore itu terlintas di benakku untuk menggunakan Pureit saja saat melihat iklannya. Pureit adalah water purifier cukup portable. Ada sedikit kekhawatiran juga sih sebenarnya saat itu. Apa iya Pureit mampu menyaring air dari air sumur rumahku? Bagaimana rasa air yang telah disaring menggunakan Pureit? Apakah cukup sehat untuk dikonsumsi? Dan sebuntal pertanyaan lain melintasi benakku. Aku kemudian berdiskusi dengan suamiku tentang rencanaku menggunakan Pureit ini. Aku berencana menggunakan air yang telah disaring dengan Pureit khusus untuk memasak saja. Jadi ada penghematan untuk pengeluaran pembelian air mineral dalam kemasan.

Bayangkan,

1 galon = 19 liter air
1 galon air bermerek kurang lebih = Rp.14.000.-
Rp.14.000 / 19 liter = Rp.737.- (diluar harga dispenser dan penyusutannya)

1 filter Pureit bisa untuk = 1500 liter air
1 unit Pureit = Rp.500.000.- termasuk unit dan filter/GKK seharga Rp.150.000.-
Rp.150.000 / 1500 liter = Rp.100.-
Penghematan per liter adalah Rp. 737,- (-) Rp. 100,- = Rp. 637,-


perhitungan, keluarga kami satu minggu menggunakan 3 galon (57 liter)
57 liter x Rp. 737,- = Rp. 42.009,-
57 liter x Rp. 100,- = Rp.   5.700,-
------------------------------------------  (-)
Penghematan per minggu: Rp. 36.309,-atau Rp. 637,- x 57 liter.

penghematan 1 thn dengan memakai Pureit seluruhnya adalah :
36.309 x 52 minggu = Rp.1888.068,-!

Rp. 350.000,- : Rp.36.309,-= kurang lebih 10 minggu telah menutup biaya awal pembelian unit Pureit.

Bilapun kami nantinya menggunakan Pureit hanya menggantikan satu gallon per minggu, kami pun tetap mendapatkan penghematan sangat berarti.
Bayangkan Rp. 637,- x 19 liter x 52 minggu = Rp.629.365,- per tahun!


Lalu aku sempatkan diri untuk browsing tentang sebab musabab kelangkaan air mineral dalam kemasan serta kenaikan harga ecerannya.

Selain karena kemarau, kenaikan permintaan pasar, penurunan produksi karena penurunan air baku, juga karena pelarangan ijin trayek armada pengangkutan selama libur lebaran. Bahkan ada situs pemberitaan yang menengarai kelangkaannya adalah “sengaja dibuat langka” untuk menaikkan harga jualnya.

Hal lain yang aku temukan selama browsing dan site walking adalah : tentangan dari masyarakat sekitar pabrik atau calon pabrik pembuatanair mineral dalam kemasan. Tentangan ini muncul dikarenakan fakta bahwa eksploitasi berlebihan pada sumber air alami, mengakibatkan menurunnya jumlah dan mutu air yang seharusnya dinikmati oleh warga sekitar, baik sebagai sumber air minum, kebutuhan mck, bahkan untuk persawahan mereka. Beberapa situs mengabarkan hal ini. Sempat juga berita semacam ini sekilas saya lihat di berita televisi. Namun saat itu aku bahkan belum paham sebab musababnya. Setelah kasus kelangkaan air mineral kemasan itu, seperti membuka mataku.

Akhirnya dengan percaya diri tinggi, kami beli juga unit Pureit lengkap di sebuah toko swalayan serba ada, dan langsung memakainya. Saat itu, anakku Naura, atau biasa kami sapa dengan panggilan Ola mengambilkan segelas air putih. Saat aku teguk, aku merasakan kesegaran yang sama dengan air mineral dalam kemasan. Aku bertanya pada anakku,” Kak, ini air apa?”
Dia jawab,”Pureit mah. Kenapa?”
Aku jawab,”enak nak. Kirain air mineral.”
Anakku jawab,”air galonnya lagi abis mah.”. Aku makin percaya Pureit bisa langsung diminum.

sumber:http://www.pureitwater.com/ID/
Pureit mensterilkan air lewat empat tahap:
Tahap pertama adalah filtrasi air lewat penyaring serat mikro untuk menghilangkan atau membersihkan semua kotoran yang terlihat.
Tahap kedua adalah filter berupa lapisan karbon aktif yang akan menghilangkan pestisida dan parasit berbahaya.
Tahap ketiga adalah tahap paling penting, pada tahap ini semua virus dan bakteri dibasmi oleh sebuah teknologi bernama programmed disinfection technology.
Tahapan keempat adalah proses penjernihan air yang menjadikan air menjadi tak berbau dan tak berwarna dengan rasa alami.


sumber:http://www.pureitwater.com/ID/
Keseluruhan tahapan itu dilakukan dalam alat yang cuma sebesar dispenser. Proses atau tahap sterilisasi 2,3,dan 4 disebut germkill kit. Bagian ini mampu berfungsi maksimal selama kurang lebih delapan bulan dengan pemakaian normal, atau sebanyak kurang lebih 80 galon atau 1500 liter.

Setelah melampaui jumlah tersebut, bagian filter tersebut harus diganti. Jangan khawatir untuk “lupa mengganti/kelewatan waktu mengganti”, atau kekhawatiran yang disebabkan karena kelupaan mengganti germkill kit tersebut, karena Pureit dilengkapi dengan Germkill kit indicator, serta secara otomatis akan melakukan penghentian penyaringan saat harus diganti filternya.

Keunggulan Pureit (sumber dari:http://www.unilever.co.id/id/brands/homecarebrands/pureit/index.aspx):

  1. Sangat praktis. Hanya memasukkan air ke dalam alat dari bagian atas, Pureit akan memurnikan air untuk siap minum.
  2. Tidak memerlukan gas, listrik, dan saluran pipa.
  3. Hemat, seperti yang telah dijelaskan dalam perhitungan di atas.
  4. Air terlindungi dari kuman berbahaya penyebab penyakit dengan menggunakan standar terketat EPA (Environmental Protection Agency) USA yang menghilangkan log 6 bacteria, log 4 virus, dan log 3 parasites.
  5. Pureit memiliki indikator yang dapat menunjukkan lebih awal kapan perlu mengganti Germkill Kit (mekanisme penghentian otomatis).
  6. Kapasitas hingga 9 liter di top chamber ditambah 9 liter di transparent chamber.
  7. Garansi satu tahun.
  8. Produk Pureit murah dan mudah diperoleh.
  9. Pureit membantu mengurangi sampah minuman dalam kemasan, serta membantu kelestarian lingkungan dan kelestarian sumber air alami.
Bawa bekal minum dari rumah
Edukasi tentang pentingnya pemanfaatan air tanah dan sumber air alami secara bijaksana memang diperlukan masyarakat pada umumnya. Penghematan air tanah dalam pemakaiannya, serta memberikan porsi tanah berbidang terbuka/tidak dibeton agar membantu peresapan air hujan, dan tentu saja penanaman pohon karena hal itu saling berkait.

Mengurangi konsumsi air minum dalam kemasan, baik di rumah maupun di perjalanan dengan cara membawa bekal air minum dalam botol juga sangat disarankan. Karena tanpa disadari masyarakat pengonsumsi alias konsumen air mineral dalam kemasan, secara tak langsung memiliki andil sangat besar dalam kelestarian lingkungan hidup bila mereka mengurangi konsumsi air kemasan.

Berkurangnya konsumsi air mineral dalam kemasan yang signifikan, dikemudian hari tentu saja akan membantu kelestarian sumber mata air alami. Karena dengan berkurangnya demand atau permintaan, tentu akan berpengaruh terhadap berkurangnya supply serta produksi, dimana air baku yang digunakan diambil dari sumber mata air alami.
Aku, sebagai seorang ibu juga perlu menambahkan edukasi dini kepada anakku tentang hal ini selain edukasi lain, tentang membuang sampah pada tempatnya, mengurangi pemakaian plastic kemasan/pembungkus/kresek, mengurangi konsumsi jajanan diluar rumah, menghemat air, menghemat listrik, menghemat kertas dengan belajar “go paperless”, karena menghemat kertas membantu mengurangi penebangan pohon, dan hal positif lainnya serta hal pelestarian lingkungan hidup. Dengan penggunaan produk Pureit ini, menurutku benar-benar membantu program go green karena selain harganya terjangkau, mengurangi sampah minuman kemasan, juga hemat sumber daya listrik maupun bahan bakar, karena Pureit tanpa konsumsi listrik/gas.

Mengajarkan menghargai air
***
Tulisan ini diikutsertakan dalam blog contest blog detik Unilever Pureit.

21 komentar:

  1. Aku juga naksir nih ma pureit.. Tergoda utk punya. Infonya mama ola lengkap... Makasih ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak ade.kalo air tanah di rumah mbak ade bisa direbus minum, punya pureit ini menghemat banget lho mbak.mana sekarang air galon mehel ke tehel. beneran, secara rasa sih menurutku ga beda ama air galon yg mahal.makasih ya mbk,mau mampir

      Hapus
  2. Keren mbak Anik ulasannya, ada hitung2annya lagi .. sukses ya lombanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mbkniar.udah ga dibajak laptopnya?ikutan yuk.:)

      Hapus
  3. sukses ya mbak..
    aku msh proses nlsnya.. hehe selalu ngintip2 dulu punya mbak anik :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.makasih mbak binta.ayo..bikin.:D

      Hapus
  4. emang air galon sekarang tambah mahal. tapi namanya kebutuhan pokok jadi mau ga mau hiks.. keren banget mbak infonya kayanya jadi pengen pake pureit juga nih....

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak.tau aja ya. jualan air itu untungnya gedhe.:D.hitungan penghematan per galon aja udah segitu.*jadi ngebayangin keuntungan tuh produsen air kemasan.xixixi..tapi serem juga kalo efeknya ilang mata air alami,dankesulitan air didaerah itu

      Hapus
  5. lengkap buangett. Rinci lg.. Mama ola sekertaris merangkap bendahara ya :D

    BalasHapus
  6. keren ulasannya, semoga sukses lombanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.makasih doanya mbak ety.semoga demikian juga dengan mbak ety.namanya sama euy kayak kakakku.:D

      Hapus
  7. Pengen jg punya Pure It...
    Moga sukses, Ma-Ol... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak ela, aamiin.makasih doanya.:D.

      Hapus
  8. Sukses ya bunda kontesnya semoga menang, jadi pengen beli pureit juga nich :).

    BalasHapus
  9. Wa, lengkap dan keren banget nih infonya mbak.
    jadi pengen punya pureit juga :D
    Good luck ya mbak anik

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin.makasih mbak elyn.mbak elyn ikut juga kan?:D

      Hapus
  10. lagi mikir ah buat punya pure it :)

    BalasHapus
  11. Jadi pengen beli Pure It. Keren, betul-betul hitungan ibu rumah tangga ;p


    Sukses, Mba
    Jangan lupa berkunjung ke blog aku, yaaa

    http://hertilysurviva.wordpress.com/2012/12/23/think-before-you-drink/

    BalasHapus